Tentang YSS KAS

 

Mewarisi semangat Mgr. Soegijapranata,
marilah kita nyatakan semangat peduli dan berbagi, Caring & Giving,
untuk melestarikan kehidupan saudari-saudara kita,
terutama yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel yang diasuh oleh Yayasan Sosial Soegijapranata.

VISI :      

Menjadi lembaga sosial terbaik dan terpercaya, yang memberikan pelayanan dengan semangat cinta kasih Allah bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel untuk mewujudkan manusia sejahtera, berdaya dan bermartabat.

MISI :

  1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa membedakan suku, agama, rasa dan golongan.
  2. Mengembangkan dan melaksanakan standar pelayanan yang manusiawi dan profesional.
  3. Meningkatkan fasilitas pelayanan terpadu dengan lingkungan yang asri.
  4. Mengelola setiap karya secara transparan, tertib, jujur dan bertanggungjawab dengan semangat solidaritas.
  5. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang berkesinambungan.
  6. Memperluas jaringan mitra kerja (lembaga Gereja, LSM, pemerintah dan lembaga lainnya).
  7. Mengembangkan semangat kewirausahaan untuk mendukung kemandirian unit layanan.
  8. Menggerakkan dan melibatkan masyarakat untuk peduli dan berbagi.
Sejarah Berdirinya Yayasan Sosial Soegijapranata Keuskupan Agung Semarang

Yayasan Sosial Soegijapranata Keuskupan Agung Semarang (YSS KAS) adalah suatu lembaga swadaya masyarakat yang berada di bawah naungan Keuskupan Agung Semarang. Yayasan ini didirikan untuk melanjutkan semangat Monsingjur (Mgr.) Albertus Soegijapranata S.J dalam membela dan melayani para penyandang masalah sosial. Mgr. Albertus Soegijapranata S.J dilahirkan di Surakarta tahun 1896 dari keluarga Islam abangan dan abdi dalem keraton. Kemudian ia pindah ke Yogyakarta, melamar dan diterima di sekolah Katolik di Muntilan. Walaupun ia tegas tegas menolak untuk menjadi Kristen (1909) akhirnya dia dibaptis pada tahun 1910 dan kemudian menjadi guru di Muntilan (1915). Dari sini, dia kemudian belajar bahasa Latin Yunani karena ingin menjadi imam Yesuit.

Pada tahun 1940 ia diangkat Paus Pius XII menjadi vikalis Apostolik Semarang yang pertama. Adanya kerusakan materiil dan kelesuan rohani vikariat Semarang menjadi beban berat baginya, oleh karena itu beliau berusaha mengadakan pemulihan, selain itu beliau juga merasakan perlu meletakkan dasar yang kuat bagi perkembangan umat Katolik di negara merdeka dengan tuntutan zaman yang baru, khususnya integrasi di masyarakat Indonesia. Berbagai usaha beliau lakukan dalam memberikan perhatian dan dukungan terhadap orang-orang miskin, beliau juga menyerukan agar umat Katolik berjuang dalam kesejahteraan bersama tanpa pamrih. Mgr. Albertus Soegijapranata diangkat menjadi Uskup Agung Semarang yang I (1961) dan mengikuti sidang I Konsili Vatikan II (1962). Sangat disayangkan karena kesibukannya yang padat, beliau sakit dan meninggal dunia pada tanggal 6 Juli 1963. Atas perintah
Presiden, beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang, dalam upacara kemiliteran. Sebagai Uskup ABRI yang pertama, ia diberi pangkat Jendral (Anumerta) dan dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional.

Demikian nama Mgr. Albertus Soegijapranata S.J. diabadikan untuk menjadi nama Yayasan Sosial Soegijapranata Keuskupan Agung Semarang. Sebagai langkah awal, sisa pembuatan cungkup Mgr. A. Soegijapranata S.J. dipakai modal untuk mendirikan yayasan dan kegiatan-kegiatannya dalam membantu rakyat yang kekurangan pangan karena paceklik, hama dan muslim kering. Penggunaan dana tanpa disertai pemasukan mengakibatkan makin menipisnya dana sisa pembuatan cungkup. Oleh karena itu, Yayasan Sosial Soegijapranata berusaha untuk mencari dana ke Gereja dan orang-orang yang mampu untuk dapat melanjutkan kegiatan yayasan.

Ketua pelaksana yayasan yang pertama adalah Romo (Rm.) J. Harsasusanta, Pr. Tetapi karena tugas beliau semakin banyak, kedudukannya sebagai ketua Yayasan Sosial Soegijapranata diserahkan kepada Bruder (Br.) Servasius, FIC. Beliau adalah seorang biarawan yang memiliki semangat tinggi dalam membela yang lemah, serasi dengan semangat Yayasan Sosial Soegijapranata dalam mewujudkan jiwa sosial Mgr. Albertus Soegijapranata. Hal ini terbukti dengan kemampuannya membuka jaringan yang luas dalam menghimpun dana untuk memperkenalkan dan demi kelangsungan Yayasan Sosial Soegijapranata. Kepemimpinannya berakhir setelah beliau meninggal dunia pada bulan Januari 1999.